Detail berita
Gerakan Santri Sehat
Senin, 6-Feb-2012

Islam yang diajarkan kepada kita selama ini adalah sebuah ajaran yang maha sempurna yang tidak pernah bisa diperbandingkan dengan ajaran manapun di muka bumi ini. Sebuah pengakuan yang sangat berdasar pada ajaran al-Qur'an : "Hari ini aku telah sempurnakan bagimuagamamu. Dan aku telah sempurnakan atasmu nikmatku dan aku telah meridhoi Islam sebagaiagama" (Q.S. al-Maidah: 3).

Satu contoh saja dari kemaha sempurnaan Islam, adalah ketika Islam menyoroti masalah kesehatan. Ajaran mana yang begitu sangat memperhatikan masalah kesehatan sampai-sampai kesehatan harus dikaitkan dengan masalah keimanan? Sebuah hadits mengatakan: "Kebersihan adalah sebagian daripada iman" (HR.Muslim). Pun Ajaran Islam tentang kesehatan - yang salah satunya - identik dengan kebersihan bisa kita lihat juga dari salah satu titah Illahi melalui Nabi Muhammad SAW, yaitu sebuah riwayat yang menceritakan bahwa sholat seseorang tidak akan diterima jika dia dalam keadaan hadats atau tidak suci: "Tidak diterima shalat seseorang diantara kamu bila berhadats sebelum dia wudhu lebih dahulu" (HR.Muslim) Fakta ajaran di atas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan harus pula kita syukuri akan fakta tersebut. Kemudian menjadi sebuah pertanyaan mendasar: Apakah fakta ajaran tadi berbanding lurus dengan fakta kehidupan, dalam arti realitas pengamalan keseharian yang dipraktikkan kaum muslimin terkhusus di wilayah kesehatan? Sebuah penelitian WHO mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan sebagian masyarakat Indonesia masih dikelompokkan kepada masyarakat jauh dari kata sehat? Ukuran tidak sehat ini berdasar pada pola hidup, perilaku dan lingkungan yang tidak sehat dan ukuran penduduk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, adil dan merata. Oleh karenanya ada beberapa hal yang mesti dilakukan perbaikan: Pertama faktor kondisi lingkungan. Kedua, pola perilaku sehat dan bersih. Selanjutnya adalah faktor prasarana, pelayanan kesehatan dan yang terakhir adalah faktor keturunan.

Kondisi kesehatan bangsa ini bukanlah sebuah fakta yang bisa berubah hanya melalui renungan. Tetapi, haruslah ditindaklanjuti dengan sebuah aksi konkrit guna adanya perubahan-perubahan wilayah kesehatan ke arah yang lebih baik lagi.

Salah satu wilayah yang bisa memberikan kontribusi nyata dalam melakukan perbaikan kondisi kesahatan bangsa ini adalah ormas dan kepesantrenan. Oleh karenanya PERSIS sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia dituntut untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan kesehatan bangsa Indonesia. Tuntutan tadi akan semakin rasional jika kita kaitkan dengan potensi yang di miliki oleh jamiyyah Persatuan Islam (PERSIS) baik itu dari sisi keanggotaan ataupun dari sisi infrastruktur yang dimilikinya dalam hal ini adalah Pesantren.

Berdasar dari data kepesantrenan PERSIS, setidaknya PERSIS memiliki tidak kurang dari 215 Pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karenanya dengan potensi Pesantren yang dimilki oleh PERSIS, menjadi sebuah harapan besar ketika PERSIS bisa berbuat banyak dalam wilayah perbaikan wilayah kesehatan bangsa Indonesia.

Dari pemikiran di atas, maka lahirlah sebuah niatan untuk memberikan sumbangsih bagi bangsa ini terkhusus di wilayah kesehatan dengan membuat sebuah program yang kami namai dengan "Pesantren dan Santri Sehat".

Alhamdulillah sejak bulan maret 2011 telah dilaksanakan beberapa kegiatan dalam program pesantren dan santri sehat ini. Setidaknya saya bisa diungkapkan diantaranya orientasi para asatidz tentang pesantren sehat, kemudian pelatihan santri sehat dan tidak lupa kami juga membuat media promosi dalam bentuk buku saku santri sehat dan poster tentang pesantren dan santri sehat dan beberapa program lainnya.

Dan perlu diketahui bahwa Program pesantren dan santri sehat ini di ikuti oleh 30 pesantren Persis yang tersebar di 17 kabupaten dan kota dan 30 kecamatan yang berada di wilayah provinsi Jawa barat dan DKI Dan pada akhirnya program pada tahun 2011 ini diakhiri dengan kegiatan program launching pesantren dan santri sehat yang mudah-mudahan dengan kegiatan ini menjadi syiar bagi semua pihak bahwa Persis sangat mendukung program-programkesehatan yang telah dicanamgkan oleh pemerintah.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program pesantren dan santri sehat ini, dari mulai PP Persis dan bag otonom, kementrian kesehatan RI dalam hal ini pusat promosi kesehatan terkhsus kepada tim pendamping dan pengarah program ini. Tak lupa juga kepada seluruh pesantren Persis yang telah mengikuti program pesantren dan santri sehat. Terakhir kepada pesantren Benda yang telah bekerjasama dalam kegiatan launching pesantren dan santri sehat.

Fikrah
DR.H. Irfan Syafrudin, MA
Sistem ekonomi Islam telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia, meningkatkan keadilan dan persamaan dalam masyarakat, bangsa dan negara, ataupun antara masyarakat Islam dan masyarakat dunia. Di sadari sejak...more...
Dewan Tafkir
DR. Badri Khairuman
Yusuf al-Qaradhawi, yang dikenal di tanah air dengan nama Yusuf Qaradawi, adalah ulama kontemporer, yang sangat ditunggu-tunggu fatwanya oleh masyarakat muslim internasional. Ulama kelahiran Mesir tahun 1926 dan kini masih...more
Dunia Islam
BANGUI.Pembantaian kembali terjadi terhadap Muslim di Republik Afrika Tengah, dimana 13 Muslim dibunuh pada Senin (27/1) dalam penyerangan kelompok Muslim di negara tersebut. Sebelumnya Pejabat Hak Asasi Manusia PBB telah...more
INFO ASTRONOMI
POSISI BULAN
Office :
  • Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2
  • Bandung, Jawabarat-Indonesia
  • Tel/Fax: 022-4220705/022-4220702
  • email: info[at]persatuanislam.or.id
atas